PENDAMPINGAN GURU DALAM PEMBUATAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF KOLABORATIF BERBASIS LOOSE PARTS DI RA NURUL YAQIN

Authors

  • Novita Loka Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah (UQI) Indralaya
  • Gustiana Yuantini Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah (UQI) Indralaya
  • Zaenal Abidin Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah (UQI) Indralaya
  • Ahmad Abdul Qiso Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah (UQI) Indralaya
  • M. Riyan Hidayat Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah (UQI) Indralaya
  • Khozinul Alim Universitas Al-Qur'an Ittifaqiah (UQI) Indralaya
  • Dian Anggraini Universitas Al-Qur’an Ittifaqiah (UQI) Indralaya
  • Iqlima Iqlima Universitas Al-Qur’an Ittifaqiah (UQI) Indralaya

DOI:

https://doi.org/10.31571/gervasi.v10i2.11148

Abstract

Keterbatasan Alat Permainan Edukatif (APE) dan dominasi metode pembelajaran konvensional seperti drilling menghambat terciptanya iklim play-based learning di lembaga PAUD pedesaan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pedagogik dan keterampilan praktis guru RA Nurul Yaqin di Kabupaten Ogan Ilir dalam memproduksi APE kolaboratif berbasis loose parts dan bahan daur ulang. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui empat tahapan: diagnosis awal, pemaparan materi, workshop pembuatan APE, serta evaluasi dan distribusi modul. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan guru hingga 90% dalam merancang APE mandiri. Selain itu, berhasil diproduksi ragam media APE buatan sendiri untuk tiga kelas aktif, yang memicu pergeseran paradigma mengajar menuju joyful learning. Pemanfaatan material lokal dan loose parts terbukti efektif mengatasi keterbatasan sarana tanpa membebani anggaran operasional sekolah.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-08-17

How to Cite

Loka, N., Gustiana Yuantini, Zaenal Abidin, Ahmad Abdul Qiso, M. Riyan Hidayat, Khozinul Alim, … Iqlima, I. (2026). PENDAMPINGAN GURU DALAM PEMBUATAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF KOLABORATIF BERBASIS LOOSE PARTS DI RA NURUL YAQIN. GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 10(2), 1379–1394. https://doi.org/10.31571/gervasi.v10i2.11148