ORIENTASI DAN PENGUATAN KAPASITAS PENGELOLA PESANTREN PROGRAM NUTRITION GOES TO PESANTREN TASIKMALAYA (NGENTRIK)

Authors

  • irma Nuraeni Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

DOI:

https://doi.org/10.31571/gervasi.v10i1.9896

Abstract

Kebutuhan gizi remaja sering terkendala pemenuhannya sehingga berpotensi menimbulkan masalah. Tasikmalaya sebagai Kota Santri menjadi lokasi strategis untuk melakukan pengabdian masyarakat yang bertujuan meningkatkan kapasitas pengelola pesantren melalui Program Nutrition Goes to Pesantren Tasikmalaya (Ngentrik). Kurikulum dalam pelatihan ini terdiri dari materi pelatihan dasar, inti, dan penunjang selama 34 jam pelajaran bagi 20 orang pengelola Pesantren Amanah Muhammadiyah yang terdiri dari pimpinan pondok, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru/ustadz/ustadzah, pengelola dapur, dan pengelola Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Metode berupa Participatory Action Research (PAR) meliputi ceramah, diskusi interaktif, simulasi penyusunan menu bergizi seimbang, simulasi edukasi gizi, dan praktik antropometri untuk penentuan status gizi santri. Hasil menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara rata-rata skor pengetahuan sebelum 79,58±10,82 dan setelah pelatihan 92,42±6,38 poin. Peserta mampu menyusun rencana ajar gizi dan kesehatan serta terampil menyampaikan microteaching dengan pesan yang benar dan menarik. Diperlukan pendampingan rutin untuk mewujudkan santri sehat berprestasi.

Downloads

Download data is not yet available.

Downloads

Published

2026-04-27

How to Cite

Nuraeni, irma. (2026). ORIENTASI DAN PENGUATAN KAPASITAS PENGELOLA PESANTREN PROGRAM NUTRITION GOES TO PESANTREN TASIKMALAYA (NGENTRIK). GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 10(1), 330–344. https://doi.org/10.31571/gervasi.v10i1.9896