Analisis sebaran fisis batuan berbasis sistem informasi geografis (SIG) di pantai pasir panjang Kota Singkawang

Authors

  • Umar Syahidin Universitas PGRI Pontianak
  • Matsun Matsun Universitas PGRI Pontianak
  • Selshi Nabila Putri Universitas PGRI Pontianak
  • Nadine Andara Septianie Universitas PGRI Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.31571/saintek.v14i1.9507

Keywords:

Geodiversitas, GIS, Sediment Transport Index, Geodiversitas, GIS, Sediment Transport Index, Pasir Panjang

Abstract

Penilaian geodiversitas hadir sebagai salah satu konsep pembangunan berkelanjutan yang diakui UNESCO karena menghargai jasa ekosistem beserta nilai kebudayaan di dalamnya. Kota Singkawang memiliki geodiversitas yang kompleks dari wilayah hulu hingga pesisir, menjadikannya pusat wisata sekaligus kawasan potensial untuk pengembangan wisata geosains. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi sebaran batuan di Pantai Pasir Panjang sebagai dasar ilmiah dalam mendukung strategi pengelolaan geodiversitas. Metode penelitian bersifat deskriptif kuantitatif dengan analisis laboratorium dan GIS. Uji laboratorium dilakukan terhadap sifat fisis batuan, mencakup tekstur, warna, medan magnet, radioaktivitas, penurunan suhu, dan massa jenis. Pemetaan spasial sebaran batuan dilakukan dengan analisis overlay dan pemodelan Sediment Transport Index (STI). Secara keseluruhan, penelitian ini mengumpulkan 56 sampel batuan. Area pemetaan batuan sepanjang pesisir pantai Kota Singkawang. Hasil penelitian menemukan di pantai Pasir Panjang terdapat jenis batuan, terdiri atas batuan metamorf (karang, sabak, pirofilit), beku (pasir, apung, skoria, latit), dan sedimen (gamping merah kapur, granit, batu belah). Analisis STI menunjukkan aktivitas sedimentasi dipengaruhi oleh dinamika formasi intrusi Sintang dan formasi Gunung Api Raya, yang berperan terhadap akumulasi mineral di kawasan pesisir. Keberagaman litologi ini memperkaya pemahaman mengenai evolusi geologi lokal serta menegaskan urgensi geokonservasi sebagai upaya strategis dalam pemanfaatan dan perlindungan geodiversitas untuk mendukung pariwisata berkelanjutan di Kota Singkawang.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Umar Syahidin, Universitas PGRI Pontianak

Program Studi Sains Informasi Geografi

Matsun Matsun, Universitas PGRI Pontianak

Program Studi Pendidikan Fisika

Selshi Nabila Putri, Universitas PGRI Pontianak

Program Studi Sains Informasi Geografi

Nadine Andara Septianie, Universitas PGRI Pontianak

Program Studi Sains Informasi Geografi

References

Abayneh, T., & Desta, H. (2023). Soil erosion modeling and sediment transport index analysis using USLE and GIS techniques in Ada’a Watershed, Awash River Basin, Ethiopia. Geoscience Letters, 10(1).

Aryanto, N. C. D., & Kurnio, H. (2010). Penyebaran dan karakteristik zirkon dasar laut sebagai endapan sekunder di perairan Singkawang dan sekitarnya, Kalimantan Barat. Jurnal Geologi Indonesia, 5(2), 127–135.

Aryanto, N. C. D., Sarmili, L., Suparka, E., & Permana, H. (2015). Karakteristik intensitas radioaktivitas batuan dan sedimen terpilih di Pantai Sedau, Kalimantan Barat. Eksplorium, 36(2), 89–96.

Aryanto, N. C. D., Suparka, E., Abdullah, I., & Permana, H. (2013). Petrology and geochemistry of Singkawang granitoid, West Kalimantan. In Proceedings of the HAGI–IAGI Joint Convention (pp. xx–xx). Medan, Indonesia.

Darlan, Y., Kamiludin, U., & Aryanto, N. C. D. (2012). Coastal dynamics of Singkawang, West Kalimantan. Bulletin of the Marine Geology, 27(2), 77–85.

Ferrando, A., Faccini, F., Paliaga, G., & Coratza, P. (2021). A quantitative GIS and AHP-based analysis for geodiversity assessment and mapping. Sustainability, 13(18), 10315. https://doi.org/10.3390/su131810315

Gray, M. (2021). Geodiversity: A significant, multi-faceted and evolving geoscientific paradigm rather than a redundant term. Proceedings of the Geologists’ Association, 132(5), 605–619. https://doi.org/10.1016/j.pgeola.2021.05.001

Japan Aerospace Exploration Agency. (2021). ALOS World 3D – 30 m DEM (Version 3.2). OpenTopography. https://doi.org/10.5069/G94M92HB

Kurnio, H., Aryanto, N. C. D., & Hardjawidjaksana, K. (2011). The influence of sea-level changes on sea-bottom morphology of Singkawang waters, West Kalimantan, based on analyses of bathymetric and seismic data. Bulletin of the Marine Geology, 26(2), 87–98.

Németh, K. (2022). Geoheritage and geodiversity elements of the SW Pacific: A conceptual framework. International Journal of Geoheritage and Parks, 10(4), 523–545. https://doi.org/10.1016/j.ijgeop.2022.08.001

Nieto, L. M. (2024). Geodiversity as a tool for nature conservation. In A. Vieira & R. A. Oyguc (Eds.), Current perspectives on applied geomorphology (pp. 1–22). IntechOpen. https://doi.org/10.5772/intechopen.XXXXX

Quesada-Valverde, M., & Quesada-Román, A. (2024). Inventory and assessment of geosites to promote geotourism in Coto Brus, Costa Rica. Geomorphology, 470, 109531. https://doi.org/10.1016/j.geomorph.2024.109531

Setiadi, I., Setiawan, A., & Iskandar, M. A. S. (2023). Interpretasi geologi Cekungan Singkawang, Kalimantan Barat, berdasarkan analisis data gayaberat dan seismik. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, 24(2), 59–70.

Setijadji, L. D., Nabawi, N. R., & Warmada, I. W. (2014). Komposisi mineral berat dalam endapan pasir kuarsa di Kalimantan Barat berdasarkan studi kasus di daerah Singkawang dan sekitarnya. In Prosiding Seminar Nasional Kebumian ke-7 (pp. xx–xx). Universitas Gadjah Mada.

Setijadji, L. D., Erzagian, E., & Warmada, I. W. (2016). Studi petrogenesis di daerah Singkawang dan sekitarnya, Provinsi Kalimantan Barat [Undergraduate thesis, Universitas Gadjah Mada]. http://etd.repository.ugm.ac.id/

Suryatmojo, H., Yuwono, S. B., Kato, T., & Harjadi, B. (2015). Predicting soil erosion in tropical rainforest areas using GIS-based RUSLE model. Journal of Natural Resources and Development, 5, 35–44. https://doi.org/10.5027/jnrd.v5i0.07

Tukiainen, H., Maliniemi, T., Brilha, J., Alahuhta, J., & Hjort, J. (2024). A framework for quantifying geodiversity at the local scale: A case study from the Rokua UNESCO Global Geopark. Philosophical Transactions of the Royal Society A, 382, 20230059. https://doi.org/10.1098/rsta.2023.0059

Wang, S., Liu, B., & Ma, X. (2022). Evaluation of sediment transport capacity indices under different topographic conditions using GIS-based models. Catena, 212, 106061. https://doi.org/10.1016/j.catena.2022.106061

Zakharovskyi, V., Németh, K., Gravis, I., & Twemlow, C. (2022). Geoconservation research: Concepts and applications. Geoconservation Research, 5(1), 59–88.

Zhang, H., Li, Y., & Chen, J. (2023). Assessment of topographic influence on soil erosion and sediment transport using a modified sediment transport index. Journal of Hydrology, 617, 129030. https://doi.org/10.1016/j.jhydrol.2023.129030

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

Syahidin, U., Matsun, M., Putri, S. N., & Septianie, N. A. (2025). Analisis sebaran fisis batuan berbasis sistem informasi geografis (SIG) di pantai pasir panjang Kota Singkawang. Jurnal Pendidikan Informatika Dan Sains, 14(1), 175–182. https://doi.org/10.31571/saintek.v14i1.9507