Peran Pendidik Laki-Laki Pada Enam Aspek Perkembangan Anak Usia Dini

Authors

  • Wahyuda Dwi Handoko Universitas PGRI Pontianak
  • Agustina Tania Universitas PGRI Pontianak
  • Weti Universitas PGRI Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.31571/sosial.v12i3.10196

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji kehadiran guru laki-laki di PAUD dalam mendukung optimalisasi perkembangan anak usia dini, terutama mengatasi ketidakseimbangan rasio guru laki-laki dan perempuan sebanyak 1:41. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada empat guru laki-laki di PAUD formal Kota Pontianak. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru laki-laki berperan penting sebagai figur otoritatif dan model peran ayah yang menanamkan nilai agama, moral, tanggung jawab, dan kemandirian. Mereka juga mendorong perkembangan fisik motorik lewat permainan aktif, mengasah kemampuan kognitif melalui tantangan strategis, memperkaya bahasa lewat interaksi santai, serta mendukung perkembangan sosial emosional dan kreativitas anak secara inklusif, sehingga menciptakan pembelajaran holistik dan pembentukan karakter anak usia dini.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidah, A. (2021). Building Independence in Early Childhood. International Journal of Child Development.

Ariyadi, R., Sari, D., & Nugroho, A. (2020). Komunikasi efektif guru dengan orang tua dalam pendidikan anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 5(2), 112–120.

Ary, D., Jacobs, L. C., & Razavieh, A. (2010). Introduction to Research in Education.

Besnard, T., & Letarte, M. J. (2017). Effect of Male and Female Early Childhood Education Teacher’s Educational Practices on Children’s Social Adaptation. Journal of Research in Childhood Education, 31(3), 453–464. https://doi.org/10.1080/02568543.2017.1319445

Churiyah, C., Hasibuan, R., & Khotimah, N. (2025). Peran Guru Laki-Laki dalam Membentuk Motorik Kasar dan Prososial Anak Usia Dini : Study Kasus. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(1), 1464–1477. https://doi.org/10.37985/murhum.v6i1.1191

Demartoto, A. (2006). Kata-kata kunci : ODHA, Masalah Sosial Dan Pemecahannya, 12(Januari), 73–91.

Farisia, S. (2024). Creative Strategies in PAUD Learning. Journal of Creative Education.

Gray, C., & Leith, H. (2004). Perpetuating gender stereotypes in the classroom: A teacher perspective. Educational Studies, 30(1), 3–17. https://doi.org/10.1080/0305569032000159705

Han, S., Kim, J., & Lee, H. (2021). Continuous professional development and teacher satisfaction in early childhood education. International Journal of Early Childhood Education, 29(3), 345–361.

Hardani, dkk. (2020). Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif. CV Pustaka Ilmu.

Hijriyani, Y. S. (2022). Peran guru dalam meningkatkan kreativitas anak usia dini. Jurnal Pendidikan TKIT 1 Qurrota A’yun Ponorogo, 10(2), 78–89.

Informasi, P. D. dan T. (2024). Statistik pendidikan anak usia dini Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Kim, H. J. (2025). Teacher Commitment and Child Development in Early Childhood Education. Frontiers in Education.

Komala, D. (2015). Kreativitas dan kemandirian anak melalui pembelajaran bermain. Jurnal Psikologi Pendidikan, 4(2), 67–76.

McGrath, K., & Sinclair, M. (2013). More male primary-school teachers? Social benefits for boys and girls. Gender and Education, 25(5), 531–547. https://doi.org/10.1080/09540253.2013.796342

Meity, D. (2014). Peran guru dalam pengelolaan emosi anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 2(2), 85–92.

Moelong, L. J. (2011). Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. PT Remaja Rosdakarya.

Molla, T., & Nolan, A. (2019). Teacher professional development and quality of teaching in early childhood education. Early Childhood Development Journal, 13(4), 210–220.

Mulyani. (2016). Karakteristik unik anak usia dini dan kebutuhan pengasuhan. Bumi Aksara.

Mulyasa, E. (2012). Pembelajaran dan perkembangan anak usia dini. Remaja Rosdakarya.

Mwariko, T. (2024). Transformational Teacher Roles in Early Childhood. International Journal of Educational Leadership.

NAEYC. (2015). Developmentally appropriate practice in early childhood programs. National Association for the Education of Young Children.

Nam, S., & Jo, H. (2025). Parent-teacher communication strategies in early childhood education. Asian Early Childhood Education Review, 10(2), 99–110.

Noor, A., Kurniawan, N., & Susanto, H. (2020). Digital Literacy Development in Early Childhood Education. Journal of Educational Technology.

Nurwita, H., & Syaputra, R. (2024). Kinerja guru PAUD dan dampaknya terhadap kesiapan anak dalam pendidikan dasar. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 14–25.

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 137 TAHUN 2014 (2014).

Rahman, A. (2024). Pengembangan karakter anak usia dini melalui pendidikan holistik. Jurnal Pendidikan Karakter, 7(1), 50–60.

Rinovian, R., & Haddar, S. (2024). Kualitas guru dan kesejahteraan psikososial anak pada pendidikan anak usia dini. Jurnal Psikologi Pendidikan, 8(2), 77–88.

Robbani, M. F., Juariah, D., & Imamah. (2025). Guru laki-laki di PAUD: Studi persepsi stakeholder terhadap kompetensi pedagogik di lingkungan taman kanak-kanak. Jurnal Pendidikan Multidisipliner, 8(5), 106.

Sardiman, A. M. (2010). Interaksi & Motivasi Belajar Mengajar. PT Raja Grafindo Persada.

Sayudi. (2013). Perkembangan anak usia dini dan implikasinya dalam pembelajaran. Graha Ilmu.

Sephiana, R. S., & Yulindrasari, H. (2024). Peran dan kontribusi guru laki-laki dalam pengembangan keterampilan sosial anak usia dini melalui metode berbasis fisik dan kepemimpinan. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini.

Sudarna, I. K. (2014). Pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini. Undiksha Press.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Suryana, E. (2017). Aspek perkembangan anak usia dini sebagai landasan pembelajaran. Jurnal PAUD, 11(2), 15–23.

Suyanto, S. (2005). Dasar-dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Hikayat Publishing.

Wardah, N. (2019). Pembentukan kemandirian anak melalui tanggung jawab sederhana dalam kelas. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 20–28.

Widianti. (2025). Peran guru laki-laki dalam aktivitas fisik dan pengembangan keterampilan sosial anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 8(6), 1395–1403. https://doi.org/10.31004/obsesi.v8i6.6203

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

Dwi Handoko, W., Tania, A. and Weti (2025) “Peran Pendidik Laki-Laki Pada Enam Aspek Perkembangan Anak Usia Dini”, Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 12(3), pp. 198–207. doi: 10.31571/sosial.v12i3.10196.