Politik Pembodohan dalam Penciptaan Banalitas Berfikir Masyarakat di Indonesia

Authors

  • herulono murtopo binus university

DOI:

https://doi.org/10.31571/sosial.v12i2.9036

Abstract

Demokrasi yang sehat mensyaratkan masyarakat yang cerdas. Adanya ketimpangan antara negara yang ideal dengan keadaan negara di Indonesia menjadi petunjuk adanya masalah politik yang tidak berjalan sesuai dengan mestinya. Penelitian ini secara kwantitatif melihat politik dalam pemikiran filsafat dan menemukan adanya praktek politik pembodohan. Politik pembodohan terjadi ketika secara sengaja politisi membiarkan masyarakat tidak mampu bernalar, bahkan menghalangi daya nalar masyarakat agar tidak bisa kritis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrohman, 2021, “Dampak Fenomena Politik Uang dalam Pemilu dan Pemilihan” dalam Jurnal Awasia, Vol.1 No 2, Desember 2021

Arendt, H. (1951). The origins of totalitarianism. Harcourt Brace.

Arendt, H. (1958). The human condition. University of Chicago Press.

Arendt, H. (1961). Between past and future. The Viking Press.

Arendt, H. (1963). Eichmann in Jerusalem: A report on the banality of evil. Viking Press.

Arendt, H. (1972). Crises of the republic. Harcourt.

Arendt, H. (1978). The life of the mind. Harcourt.

Arendt, H. (1994). Essays in understanding (J. Kohn, Ed.). Schocken Books.

Arendt, H. (2005). The promise of politics. Schocken Books.

Arendt, H. (2006). Eichmann in Jerusalem: A Report on the Banality of Evil. Penguin Books.

Azra, A. (2021). Membendung oligarki. Kompas.

Bauman, Z. (2000). Liquid Modernity. Polity Press.

Benhabib, S. (2012). Arendt and Adorno: The elusiveness of the particular and the Benjaminian moment. Stanford University Press.

Bolo, A. D. (2024). Model Kepemimpinan Indonesia di Tengah Politik Uang (Money Politics): Sebuah Refleksi Filosofis terhadap Pemilu 2024. dalam Jurnal Pembumian Pancasila, 4(2), 79–90.

Bonhoeffer, D. (2005). Letters and Papers from Prison. SCM Press.

Brettschneider, C. (2014). Democratic persuasion and freedom of speech: A response to four critics and two allies. Brooklyn Law Review, 79, 1059–1083.

Foucault, M. (1980). Power/Knowledge: Selected Interviews and Other Writings, 1972–1977 (C. Gordon, Ed.). Pantheon Books.

Foucault, M. (1980). Power/Knowledge: Selected interviews and other writings, 1972–1977 (C. Gordon, Ed.). Pantheon Books.

Freire, P. (1970). Pedagogy of the Oppressed (M. B. Ramos, Trans.). Herder and Herder.

Gramsci, A. (1971). Selections from the Prison Notebooks (Q. Hoare & G. Nowell Smith, Eds. & Trans.). International Publishers.

Hadi Nur. (2024). Kemerdekaan untuk Mengatasi Kebodohan. Universitas Negeri Malang Blog. Diakses dari http://hadinur.blog.um.ac.id/2024/01/13/kemerdekaan-untuk-mengatasi-kebodohan/

Hakim, C. (2023). Demokrasi dan tantangan pembodohan masyarakat. https://www.netralnews.com/demokrasi-dan-tantangan-pembodohan-masyarakat/aTNlUy9EMytrV0NQU2JzUUlCaTBVUT09

Herman, E. S., & Chomsky, N. (2002). Manufacturing Consent: The Political Economy of the Mass Media. Pantheon Books.

Hertanto, Y. (2024). Banalitas komunal di media sosial. https://kumparan.com/yudhi-hertanto/banalitas-komunal-di-media-sosial-1v1HLFdRI2x/1

Ibda, F. (2023). Perkembangan Moral dalam Pandangan Lawrence Kohlberg, dalam jurnal Intelektualita, 12(1), 42–78

Kellner, D. (2005). Media Spectacle and the Crisis of Democracy: Terrorism, War, and Election Battles. Paradigm Publishers.

Kohlberg, L. (1984). Essays on Moral Development: Vol. 2. The Psychology of Moral Development. Harper & Row.

Lukes, S. (2005). Power: A Radical View (2nd ed.). Palgrave Macmillan.

Mahfud MD. (2016). Negara ini dibangun dengan voting. Fakultas Hukum UII. https://law.uii.ac.id/blog/2016/09/17/negara-ini-dibangun-dengan-voting/

McKee, A. (2003). Textual Analysis: A Beginner's Guide. SAGE Publications

Muhtadi, B. (2013). Politik Uang dan Dinamika Elektoral di Indonesia: Sebuah Kajian Awal Interaksi Antara “Party-ID” dan Patron-Klien, dalam Jurnal Penelitian Politik, 10(1), 41–58.

Muhyi, A. D. S. (2023). Marketing Politik Kampanye Religius Pemilu di Indonesia. dalam Jurnal Kajian Islam Interdisipliner, 6(2), 77–91.

Prawira, M. R. (2023). Analisis Politik dan Kebenaran: Membandingkan Pemikiran Arendt dan Foucault. Dalam jurnal Arajang, 5(2), 140–154.

Syarifudin. (2022). Agama dan Politik: Apa yang Tuhan Perbuat Dengannya? dalam Jurnal Iman dan Spiritualitas, 2(2), 295–298.

Syawawi, R. (2023). Politik uang dan pembodohan publik. https://www.tempo.co/kolom/politik-uang-dan-pembodohan-publik-931883

Wahyuningroem, S. (2021). Masyarakat Politik, Agregasi Kepentingan dan Penguatan Demokrasi di Indonesia: Studi Kasus Bali dan Maluku. Dalam Jurnal Politika, 12(2), 236–251

White, T. (2020). What did Hannah Arendt really mean by the banality of evil? https://aeon.co/ideas/what-did-hannah-arendt-really-mean-by-the-banality-of-evil

Yuliah, A., & Sudrajat, A. S. (2020). Dinamika Antara Proses Pembodohan, Demokrasi, dan Administrasi Publik. Prosiding KNIA STIA LAN Bandung. https://knia.stialanbandung.ac.id/index.php/knia/article/view/945

Yusuf, A., Ramadhani, I., & Khairunnisa, N. (2021). Politik Uang dalam Pemilu dan Pemilihan. Dalam Jurnal Indonesian Journal of Law, 7(1), 104–108.

Downloads

Published

2025-08-30

How to Cite

murtopo, herulono (2025) “Politik Pembodohan dalam Penciptaan Banalitas Berfikir Masyarakat di Indonesia”, Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 12(2), pp. 153–168. doi: 10.31571/sosial.v12i2.9036.