Praktik Upacara Karo dalam Kajian Fenomenologi Studi Tentang Perubahan Sosial di Desa Wonocepoko Ayu Dusun Wonoayu Lumajang
DOI:
https://doi.org/10.31571/sosial.v12i2.9117Abstract
Penelitian ini mengkaji praktik Upacara Karo pada masyarakat Suku Tengger di Desa Wonocepoko Ayu, Dusun Wonoayu, Lumajang, dengan fokus pada dinamika perubahan sosial yang menyertainya. Upacara Karo merupakan tradisi penting yang diwariskan sebagai wujud penghormatan kepada leluhur sekaligus ungkapan syukur kepada Sang Hyang Widhi. Melalui pendekatan fenomenologi kualitatif, penelitian ini menelusuri bagaimana masyarakat memaknai ritual tersebut di tengah modernisasi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Upacara Karo sarat makna simbolis dan religius, berfungsi sebagai manifestasi bakti kepada leluhur serta penguat ikatan sosial. Simbol-simbol dalam upacara, seperti angka 22 yang melambangkan dua leluhur (bapak dan ibu) serta tumpeng trimurti dengan warna berbeda sebagai representasi tiga dewa Hindu, menggambarkan harmoni nilai lokal dengan ajaran agama yang lebih luas. Perubahan teknis, misalnya penggunaan sepeda motor oleh dukun adat, tidak mengurangi esensi upacara. Justru hal ini memperlihatkan kemampuan masyarakat beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budaya. Antusiasme generasi muda dan dukungan pemerintah menjadi faktor penting bagi keberlanjutan tradisi ini. Penelitian ini memperkaya pemahaman tentang perubahan tradisi lokal sekaligus menjadi dasar strategi pelestarian budaya.
kata kunci : Upacara Karo, Fenomenologi, Perubahan Sosial, Suku Tengger, Wonoayu
Downloads
References
Lestari, A. M. A. (2019). Nilai-Nilai Karakter dalam Upacara Adat Karo Suku Tengger di Desa Ranu Pane, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang. Universitas Negeri Malang. Diakses dari http://mulok.lib.um.ac.id
Wahyuni, N. (2021). Tradisi Hari Raya Karo di Masyarakat Suku Tengger, Desa Ranupani, Lumajang. Jurnal Antropologi dan Sosial Budaya, 15(2), 112-126. Diakses dari https://jurnal.uns.ac.id/jas/article/view/42103
Rohman, M. (2022). Berdampingan dengan leluhur di masa depan: Historisitas, lanskap, dan artikulasi identitas masyarakat Tengger Senduro. Jurnal Masyarakat dan Budaya, 24(1), 75-92.
Ekomila, S., & Gaol, M. R. L. (2015). Perubahan alat musik tradisional etnis Karo pada upacara adat kematian. Antrophos: Jurnal Antropologi Sosial dan Budaya (JASB), 1(2), 89-101.
Meiliana. (2020). Eksistensi tradisi lisan Cakap Lumat dalam upacara adat perkawinan Karo. Litera: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 19(1), 45-58.
Sari, M. P., Wijaya, A. K., Hidayatullah, B., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2023). Penggunaan metode etnografi dalam penelitian sosial. Jurnal Pendidikan Sains Dan Komputer, 3(01), 84-90.
Ramadhan, F. R. (2022). Berdamai dengan Keterbatasan Epistemologis: Dilema Metodologis pada Riset Etnografi di Ranah Virtual. Antropologi Indonesia, 43(1).
Rawanoko, E. S., Sungkawati, E., & Ario, M. F. (2023). Promoting Pancasila values through local culture: a case study of the Tengger festival of the karo ethnic group for ecotourism development. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 20(1), 197-204.
Nofitasari, D. V., Rosyadi, I., Muslimin, M., Hendrawan, R., Yudistio, K., Sa’adah, Z., & Dharmawan, A. S. (2020). Harmonisasi Masyarakat Tengger dalam Upacara Yadnya Karo. Jurnal Ilmu Budaya, 8(1), 140-145.
Hariwiyanti, N., & Ruja, I. N. (2022). Analisis Proses Eksternalisasi, Objektivasi, Internalisasi Dan Makna Simbolik Upacara Adat Karo Suku Tengger. Etnoreflika: Jurnal Sosial Dan Budaya, 11(2), 181-192.
TIMES Indonesia (2025). "Preserving Traditions: The Tengger Tribe's Cultural Evolution." Diakses pada maret 2025 di : Preserving Traditions: The Tengger Tribe's Cultural Evolution - TIMES Indonesia
Prasetya UB (2023). "The Existence of Tengger Tribe Community in the Middle of KSPN Bromo Tengger Semeru Development Program." Diakses pada maret 2025 di : The Existence of Tengger Tribe Community in the Middle of KSPN Bromo Tengger Semeru Development Program | Prasetya UB » Prasetya UB
Lévi-Strauss, C. (1963). Structural Anthropology. Basic Books.
Robertson, R. (1995). Glocalization: Time-Space and Homogeneity-Heterogeneity. Global Modernities, 25-44.
Sutopo, H.B. (2022). Fenomenologi dalam Kajian Sosial: Sebuah Studi Literatur. Jurnal Titian, 12(2), 45-60.
Raharjo, S. (2023). Kajian Fenomenologi Tradisi Hel Keta antara Iman dan Rekonsiliasi. Jurnal Adat, 8(1), 22-35.
Durkheim, E. (1912). The Elementary Forms of Religious Life.
Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. Basic Books.
Giddens, A. (1991). Modernity and Self-Identity: Self and Society in the Late Modern Age. Stanford University Press.
Wonda, Y. (2025). Fenomenologi Peran Tokoh Adat dalam Mempertahankan Tradisi dan Identitas Budaya di Papua Pegunungan. Al Qalam, 29(1), 101-120.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Novi solikah hariningsih, Silvia Risma Agustin, Gita Dwi Oktavyandi , Diva Anastasya Adi Afrilia, Zaidan Tsaqif Agvianto, Raya Apsari Murti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors should sign the copyright transfer agreement when they have approved the final proofs sent by Sosial Horizon prior to the publication.
Download: 71




