Eksistensi Megang Dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan di Daerah Tigo Lurah Tanah Sekudung Kerinci Jambi 2020-2024

Authors

  • nurul annisa universitas Jambi
  • Junita Yosephine Sinurat Universitas Jambi

DOI:

https://doi.org/10.31571/sosial.v12i2.9218

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisis terkait rangkaian prosesi megang yang di lakukan masayrakat tigo luhah tanah sekudung sebagai upaya menyambut bulan Ramadhan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan cara wawancara, observasi dan studi pustaka. Berdasarkan hasil wawancara informan diketahui bahwa tradisi megang menurut pandangan masyarakat tradisi ini dilaksanakan pada malam sebelum Ramadhan yang dilakukan pada lingkungan desa atau kelurahan. Serta doa Bersama yang dilakukan warga desa yang sudah membawa makanan ke mushola ataupun masjid yang dipimpin oleh ustadz maupun sesepuh desa. Dan juga dengan pada Tradisi ini mempererat hubungan sosial masyarakat. Pada setiap tahunnya islam memiliki tradisi yang dilakukan hampir setiap bulan oleh masyarakat tigo luhah tanah sekudung. Tradisi Megang merupakan salah satu tradisi yang dijalankan oleh masyarakat tigo luhah tanah sekudung dalam merayakan kehadiran bulan Ramadhan. Peneliti mengambil informan masyarakat tigo luhah tanah sekudung. Berdasarkan data yang diperoleh mengenai Tradisi yang dilakukan pada masyarakat tigo luhah tanah seukudng sebelum datangnya bulan Ramadhan.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Junita Yosephine Sinurat, Universitas Jambi

Tujuan penelitian untuk mengetahui dan menganalisis terkait rangkaian prosesi megang yang di lakukan masayrakat tigo luhah tanah sekudung sebagai upaya menyambut bulan Ramadhan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan cara wawancara, observasi dan studi pustaka. Berdasarkan hasil wawancara informan diketahui bahwa tradisi megang menurut pandangan masyarakat tradisi ini dilaksanakan pada malam sebelum Ramadhan yang dilakukan pada lingkungan desa atau kelurahan. Serta doa Bersama yang dilakukan warga desa yang sudah membawa makanan ke mushola ataupun masjid yang dipimpin oleh ustadz maupun sesepuh desa. Dan juga dengan pada Tradisi ini mempererat hubungan sosial masyarakat. Pada setiap tahunnya islam memiliki tradisi yang dilakukan hampir setiap bulan oleh masyarakat tigo luhah tanah sekudung. Tradisi Megang merupakan salah satu tradisi yang dijalankan oleh masyarakat tigo luhah tanah sekudung dalam merayakan kehadiran bulan Ramadhan. Peneliti mengambil informan masyarakat tigo luhah tanah sekudung. Berdasarkan data yang diperoleh mengenai Tradisi yang dilakukan pada masyarakat tigo luhah tanah seukudng sebelum datangnya bulan Ramadhan.

References

Anggraini, S. D., Agustiani, A. D., & Hayati, K. R. (2024). Tradisi Megengan dalam Menyambut Bulan Ramadhan di Desa Bangah, Gedangan. Causa: Jurnal Hukum dan Kewarganegaraan, 4(3), 99–101.

Azizah, F. P. (2023). Tradisi Animisme dan Dinamisme dalam Masyarakat Tigo Luhah Tanah Sekudung. Majalah Ilmiah Tabuah: Ta`limat, Budaya, Agama dan Humaniora, 27(1), 8–15.

Destriyadi, A., & Swastiwi, I. (2024). Deskripsi makan bedulong dan nilai-nilai sosial dalam tradisi makan bersama masyarakat Natuna. Jurnal Lestari Sosial Budaya, 2(2), 37–51.

https://jambidaily.com/2021/04/12/tradisi-megang-di-kerinci-dalam-menyambut-bulan-ramadhan/(Diakses Rabu, 18 Juni 2025, jam 21:20)

https://yoursay.suara.com/amp/rona/2023/04/01/131534/menyambut-ramadan-dengan-megang-tradisi-b. khas-kerinci-yang-tak-lekang-zaman. (Diakses Rabu, 18 Juni 2025, jam 21:21)

Nasution, I. E., Khofila, R., Ulul Azmi, M., Syukri Albani, M., & El Islamy, I. (2023). Akulturasi Islam Pada Budaya Kenduri Ketupat Pada Bulan Ramadhan. An-Nadwah.

Refisrul, N. F. N. (2019). Fungsi Lemang dalam Upacara Perkawinan Suku Besemah di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Jakarta: Direktorat Sejarah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Ridho, A. (2019). Tradisi Megengan dalam menyambut Ramadhan: Living Qur’an sebagai kearifan lokal menyemai Islam di Jawa. Jurnal Literasiologi, 1(2), 27–48.

Rizka, A., Atmasari, E., & Seprina, R. (2024). Analisis Penyebaran Agama Islam di Indonesia sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah.

Roza, Y. M., Razali, G., Fatmawati, E., Syamsuddin, & Wibowo, G. A. (2023). Identitas Budaya dan Sosial pada Makanan Khas Daerah: Tinjauan terhadap Perilaku Konsumsi Masyarakat Muslim pada Bulan Ramadan di Indonesia. Komitmen: Jurnal Ilmiah Manajemen, 4(1).

Sugiyono. (2016). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sunliensyar, H. H. (2018). Lanskap Budaya Masyarakat Kerinci di Pusat Wilayah Adat Tanah Sekudung

Syalodih, A. (2007). Metode dan teori penelitian kualitatif. Jurnal Penelitian Kualitatif, 5(2), 58–75.

Wiranda, D. (2024). Nilai‑nilai karakter: Studi etnografi dalam tradisi Kenduri Sko Desa Mukai Mudik, Kecamatan Siulak Mukai, Kabupaten Kerinci [Skripsi, Universitas Jambi].

Zarmoni. (2020, Maret 21). Pengajian Adat di Tigo Luhah Tanah Sekudung Siulak. Blog Zarmoni.

Downloads

Published

2025-08-30

How to Cite

annisa, nurul and Junita Yosephine Sinurat (2025) “Eksistensi Megang Dalam Menyambut Bulan Suci Ramadhan di Daerah Tigo Lurah Tanah Sekudung Kerinci Jambi 2020-2024”, Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 12(2), pp. 178–187. doi: 10.31571/sosial.v12i2.9218.