PESAN EKOLOGIS DALAM NOVEL NGAYAU (MISTERI MANUSIA KEPALA MERAH CHEU FUNG THEU) KARYA MASRI SAREB PUTRA DAN M.S GUMELAR PENDEKATAN EKOKRITIK

Authors

  • Elva Sulastriana Universitas PGRI Pontianak
  • Netti Yuniarti Universitas PGRI Pontianak
  • Sri Kusnita Universitas PGRI Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.31571/bahasa.v14i1.9115

Keywords:

Pesan Ekologis, Ekoritik, Novel Ngayau

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pesan ekologis dalam novel Ngayau (Misteri Manusia Kepala Merah Cheu Fung Theu) Karya Masri Sareb Putra dan M.S. Gamelar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan analisis isi (content analisis) ekokritik. Data dan sumber data dalam penelitian ini adalah kutipan teks yang terdapat dalam novel Ngayau karya Cheu Fung Theu yang diterbitkan di Tanggerang, Banten pada tahun 2014 oleh Entertainment Essence Center yang terdiri dari 368 halaman. Hasil penelitian yaitu berupa penggambaran lanskap alam yang kontras antara keindahan dan kerusakan, interaksi kompleks antara manusia dan lingkungan, serta peringatan mendalam tentang degradasi lingkungan dan hilangnya kearifan lokal. Novel ini berfungsi sebagai alat kritik sosial terhadap eksploitasi alam yang merajalela di Kalimantan Barat. Dengan demikian, Ngayau dapat dianggap sebagai ekokritis yang mengajak pembaca untuk merenungkan kembali hubungan mereka dengan alam dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ariputri, R., Juanda., & Saguni (2019). Persoalan Ekologis Dalam Novel Kesturi dan Kepodang Kuning Karya Afifah Afra: Suatu Kajian Ekokritik Greg Garrard. Universitas Negeri Makassar. 1-14.

Buell, L. (1995). The environmental imagination: Thoreau, nature writing, and the formation of American culture. Harvard University Press.

Endraswara, S. (2016). Ekologi Sastra: Kritik Sastra Berwawasan Ekologi. Yogyakarta: CAPS.

Fitriana, D. A. (2020). Representasi Alam Dalam Novel Prau Layar Ing Kali Opak Karya Budi Sasrjono (Teori Ekokritik Sastra). Universitas Negeri Surabaya. 1-13.

Garrard, G. (2004). Ecocriticism. London: Routledge.

Garrard, G. (2012). Ecocriticism (2nd ed.). Routledge.

Glotfelty, C. (1996). “Introduction: Literary Studies in an Age of Environmental Crisis.” Dalam Glotfelty, C. & Fromm, H. (Eds.), The Ecocriticism Reader: Landmarks in Literary Ecology (hlm. xv–xxxvii). Athens: University of Georgia Press.

Jannah, A., & Effendi, A. N. (2024). Kajian Ekologi Sastra (Ekokritik) dalam Antologi Puisi Negeri di atas Kertas Karya Komunitas Sastra Nusantara: Perspektif Lawrence Buell. Ghâncaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Special Edition: Lalonget V ; 77—90.

Khomisah, K. (2020). Ekokritik (Ecocriticism) Dalam Perkembangan Kajian Sastra. Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 17(1), 83-94.

Laila, W. R., Adriani, A., Setiawati, E., & Wahyuni, L. (2023). Degradasi Ekologis dalam Cerpen “Perempuan dan Beringin” Karya Royyan Julian (Kajian Analisis Wacana Kritis). Jurnal Bahasa, Susastra, dan Pembelajarannya, 10 (1) ; 19-35.

Lestari, Hetilaniar, & Agustina, . Kajian Sastra Ekologis Terhadap Nove Arah Langkah Karya Fiersa Besari. Jenter: Jurnal Kajian Sastra. 11 (1), 124-133.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Pradopo, R. D. (2017). Beberapa Teori Sastra, Metode Kritik dan Penerapannya. Jakarta : Pustaka Pelajar.

Ratuloli, M. Z., Wissang, I. O., & Keban, S. K. (2024). Makna Pesan Ekologis dalam Pentas Tuno Wujo. Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan, 6(2), 293–304.

Sawijiningrum, W. (2018). Ekokritik Greg Garrard dalam Novel Api Awan Asap Karya Korrie Layun Rampan dan Relevansi Pembelajaran Sastra di Sekolah Menengah Atas. Matapena: Jurnal Kelimuan bahasa, Sastra, dan Pengajaran, 1(2), 80.

Sugiarti. (2016). “Pembelajaran Bahasa dan Sastra di Sekolah. Seminar Regional Kerjasama Kemitraan Bidang Kebahasaan dan Kesastraan Balai Bahasa Jawa Timur dengan Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP UNiversitas Muhammadiyah Malang, Malang 13 Agustus 2016.

Sulistijani, E. (2018). Kearifan Lokal dalam Kumpulan Puisi Kidung Cisadane Karya Rini Intama. NUSA, 13(1) ; 1-15.

Susilawati, E., Winda, N., & Lismayanti, H. (2024). Ekologi Sastra pada Cerita Anak Kalimantan Selatan ‘Doa Untuk Amang Kani’ Karya Nurul Makiah. Jurnal Basataka (JBT), 7 (1) ; 235 – 363.

Sutisna, A. R. (2021). Kajian Ekokritik dalam Novel Kekal Karya Jalu Kancana. Undas, 17 (2). 185- 194.

Widianti, A. W. (2017). Kajian Ekologi Sastra dalam Kumpulan Cerpen Pilihan Kompas 2014 Di Tubuh Tarra dalam Rahim Pohon”. Jurnal Diksatrasia, 1 (2) ; 1-9.

Downloads

Published

2025-06-16

How to Cite

Sulastriana, E., Yuniarti, N., & Kusnita, S. (2025). PESAN EKOLOGIS DALAM NOVEL NGAYAU (MISTERI MANUSIA KEPALA MERAH CHEU FUNG THEU) KARYA MASRI SAREB PUTRA DAN M.S GUMELAR PENDEKATAN EKOKRITIK. Jurnal Pendidikan Bahasa, 14(1), 89–100. https://doi.org/10.31571/bahasa.v14i1.9115