Transformasi Praktik Masyarakat Terhadap Penyu Di Sungai Belacan: Kajian Historis, Sosial Ekonomi, dan Dampak Antropogenik Terhadap Lingkungan
DOI:
https://doi.org/10.31571/jpkn.v10i1.10653Keywords:
Transformasi Sosial, Masyarakat Pesisir, Konservasi Penyu, Sungai Belacan, Sumber Daya Alam dan LingkunganAbstract
Penelitian ini mengkaji transformasi praktik masyarakat terhadap penyu di Sungai Belacan, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat melalui pendekatan historis dan sosial ekonomi serta menganalisis dampak aktivitas manusia terhadap sumber daya alam dan lingkungan (SDAL). Lokasi penelitian berada di wilayah pesisir Paloh yang merupakan salah satu lokasi penting peneluran penyu di Indonesia, namun dalam beberapa dekade terakhir mengalami tekanan ekologis akibat aktivitas manusia seperti eksploitasi sumber daya, pembangunan pesisir, aktivitas perikanan, pariwisata, serta pencemaran lingkungan. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian historis dan analisis sosial ekonomi untuk memahami perubahan interaksi masyarakat dengan penyu dari masa ke masa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik masyarakat mengalami transformasi dari pola pemanfaatan tradisional menuju pendekatan yang lebih berorientasi pada konservasi. Transformasi ini dipengaruhi oleh kebijakan perlindungan satwa, tekanan ekonomi masyarakat pesisir, serta meningkatnya kesadaran ekologis. Keterlibatan masyarakat dalam program konservasi berbasis komunitas menjadi faktor penting dalam mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir dan kelestarian penyu di Sungai Belacan.
Downloads
References
Badan Pusat Statistik Kabupaten Sambas. (2022). Kabupaten Sambas dalam Angka 2022. Sambas: Badan Pusat Statistik.
Cordova, M. R., A. I. S. Purwiyanto, and Y. Suteja. (2021). Marine Plastic Debris in Indonesian Waters: Characteristics and Impacts on Marine Ecosystems.
COREMAP. (2009). Coral Reef Rehabilitation and Management Program. Jakarta: Ministry of Marine Affairs and Fisheries.
Duncan, E. M., J. A. Arrowsmith, C. E. Bain, et al. (2019). The Impact of Plastic Pollution on Marine Turtles. Marine Pollution Bulletin.
Farhana. (2023). Perspektif Ekologi dalam Hubungan Manusia dan Lingkungan.
Fuentes, M. M. P. B., M. R. Fish, and J. A. Maynard. (2011). Management Strategies to Mitigate the Impacts of Climate Change on Marine Turtles. Ocean & Coastal Management.
Godswill, E., and O. Gospel. (2019). Plastic Pollution and Its Impacts on Marine Ecosystems.
I Wayan. (2023). Dampak Sampah Plastik terhadap Biota Laut.
Juliono, and Ridhwan. (2017). Peran Penyu dalam Menjaga Keseimbangan Ekosistem Laut.
Kuntowijoyo. (2003). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Lincoln, Yvonna S., and Egon G. Guba. (1985). Naturalistic Inquiry. Newbury Park, CA: Sage Publications.
Lopez, G., et al. (2015). Coastal Development and Habitat Loss of Sea Turtles.
Meidiana, M., et al. (2019). Potensi Ekosistem Mangrove di Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas.
Miles, Matthew B., and A. Michael Huberman. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. 2nd ed. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.
Moleong, Lexy J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mursalin. (2017). Aktivitas Masyarakat dan Pengaruhnya terhadap Proses Peneluran Penyu di Kawasan Pesisir.
Safitri. (2024). Pengelolaan Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil di Paloh.
Sari, R., T. Inoue, I. Septiariva, et al. (2022). Marine Plastic Pollution and Its Impacts in Indonesian Waters.
Sari, R., T. Inoue, R. Harryes, et al. (2022). Plastic Waste and Marine Ecosystem Degradation in Indonesia.
Subagiyo. (2017). Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suharto, Edi. (2009). Kemiskinan dan Perlindungan Sosial di Indonesia. Bandung: Alfabeta.
Yusuf, A. Muri. (2014). Metode Penelitian: Kuantitatif, Kualitatif, dan Penelitian Gabungan. Jakarta: Kencana.
Republik Indonesia. 1990. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.
Republik Indonesia. 1999. Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.
Republik Indonesia. 2007. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
Republik Indonesia. 2009. Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.
Republik Indonesia. 2014. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Teguh Agustian, Bohari (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-NC-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors should sign the copyright transfer agreement when they have approved the final proofs sent by Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan prior to the publication.
Download: 0







