Integrasi Nilai Mapalus dalam Pembelajaran Kewarganegaraan untuk Penguatan Civic Disposition

Authors

  • Arif Subowo Universitas Negeri Manado

DOI:

https://doi.org/10.31571/jpkn.v10i1.10755

Keywords:

Mapalus, kearifan lokal., Civic Disposition, Pendidikan kewarganegaraan, Nilai Kebangsaan

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi nilai kebangsaan dan kearifan lokal Mapalus dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan sebagai strategi penguatan civic disposition mahasiswa PPKn di Universitas Negeri Manado. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif selama proses pembelajaran, dan studi dokumentasi terhadap RPS, bahan ajar, serta aktivitas evaluasi pembelajaran. Informan penelitian terdiri atas dosen dan mahasiswa PPKn yang dipilih secara purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai Mapalus yang paling relevan dengan penguatan civic disposition meliputi solidaritas sosial, tanggung jawab kolektif, musyawarah, kesetaraan, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama. Integrasi nilai tersebut dilakukan melalui tiga bentuk utama, yaitu internalisasi nilai Mapalus dalam perencanaan pembelajaran, penerapan strategi pembelajaran kolaboratif dan reflektif berbasis kearifan lokal, serta evaluasi autentik terhadap sikap dan partisipasi kewarganegaraan mahasiswa. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pembelajaran PKn berbasis Mapalus mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam diskusi, lebih terbuka terhadap perbedaan, lebih bertanggung jawab dalam kerja kelompok, serta lebih mampu menghubungkan identitas lokal Minahasa dengan nilai kebangsaan Indonesia. Dengan demikian, Mapalus dapat diposisikan sebagai sumber pedagogis-kultural yang relevan dalam membangun pembelajaran kewarganegaraan yang kontekstual, partisipatif, dan berorientasi pada pembentukan watak kewarganegaraan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Banks, J. A. (2017). Failed citizenship and transformative civic education. Educational Researcher, 46(7), 366–377. https://doi.org/10.3102/0013189X17726741.

Branson, M. S. (1998). The role of civic education. Center for Civic Education.

CIVITAS. (1994). National standards for civics and government. Center for Civic Education.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dewanti, P. A., Alhudawi, U., & Hodriani, H. (2023). Gotong royong dalam memperkuat partisipasi warga negara (civic participation). Pancasila and Civics Education Journal. 2(1), 15–22. https://doi.org/10.30596/pcej.v2i1.13753.

Gay, G. (2018). Culturally responsive teaching: Theory, research, and practice (3rd ed.). Teachers College Press.

Geboers, E., Geijsel, F., Admiraal, W., & ten Dam, G. (2013). Review of the effects of citizenship education. Educational Research Review.

Habermas, J. (1996). Between facts and norms: Contributions to a discourse theory of law and democracy. MIT Press.

Komalasari, K. (2009). Pendidikan Kewarganegaraan berbasis nilai kearifan lokal untuk menghadapi tantangan global. Jurnal Civicus. 9(2). https://doi.org/10.17509/civicus.v9i2.26101.

Ladson-Billings, G. (2014). Culturally relevant pedagogy 2.0: A.K.A. the remix. Harvard Educational Review. 84(1), 74–84. https://doi.org/10.17763/haer.84.1.p2rj131485484751

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.

Mansi, L. (2007). Fungsi dan peran tradisi Mapalus dalam masyarakat Minahasa, Sulawesi Utara. Al-Qalam.

Merriam, S. B., & Tisdell, E. J. (2016). Qualitative research: A guide to design and implementation (4th ed.). Jossey-Bass.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Nastiti, R. S., & Subowo, A. (2024). Efektivitas model pembelajaran role playing terhadap peningkatan kerjasama dalam pembelajaran PPKn: Studi kelas VII D SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Jurnal PPKn: Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan,

Patton, M. Q. (2015). Qualitative research & evaluation methods: Integrating theory and practice (4th ed.). SAGE Publications.

Pongantung, R. J., & Khasanah, D. R. A. U. (2024). Model partisipasi masyarakat melalui Mapalus sebagai local wisdom dalam eksistensi hukum dan masyarakat di Minahasa Selatan. Jurnal USM Law Review, 7(3).

Sumardjoko, B., & Subowo, A. (2021). The implementation of Javanese local wisdom values as strengthening the practice of Pancasila. Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series, 4(4), 186–193. https://doi.org/10.20961/shes.v4i4.50610

Torney-Purta, J., Lehmann, R., Oswald, H., & Schulz, W. (2001). Citizenship and education in twenty-eight countries: Civic knowledge and engagement at age fourteen. IEA.

Turang, T. I., Suman, A., Mandang, J., & Soemarno. (2012). Kajian peran Mapalus dalam pemberdayaan masyarakat di Kota Tomohon. Wacana Journal of Social and Humanity Studies, 15(4), 1–7.

Westheimer, J., & Kahne, J. (2004). What kind of citizen? The politics of educating for democracy. American Educational Research Journal. 41(2), 237–269. https://doi.org/10.3102/00028312041002237

Winataputra, U. S. (2012). Pendidikan kewarganegaraan dalam perspektif pendidikan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Widya Aksara Press.

Winataputra, U. S., & Budimansyah, D. (2012). Pendidikan kewarganegaraan dalam perspektif internasional: Konteks, teori, dan profil kinerja. Widya Aksara Press.

Yin, R. K. (2016). Qualitative research from start to finish (2nd ed.). Guilford Press.

Zamroni. (2013). Pendidikan demokrasi pada masyarakat multikultural. Gavin Kalam Utama.

Downloads

Published

2026-06-19

How to Cite

Subowo, A. (2026). Integrasi Nilai Mapalus dalam Pembelajaran Kewarganegaraan untuk Penguatan Civic Disposition. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 10(1), 414–426. https://doi.org/10.31571/jpkn.v10i1.10755