Telaah Monza Lovers Secara Fungsional dan Aesthetic dalam Economy Civic

Authors

  • Eshaulin Br Sembiring Universitas Negeri Medan
  • Yosua Gabe Maruli Sijabat Universitas Negeri Medan
  • Lammarito Lumban Gaol Universitas Negeri Medan
  • Devi Putri Thesia Universitas Negeri Medan

DOI:

https://doi.org/10.31571/jpkn.v9i2.8284

Keywords:

Monza, Aesthetic, Fungsional, Economy Civic

Abstract

Makna kata monza berarti pakaian bekas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan pakaian bekas monza dalam nilai fungsional dan aesthetic, kelas sosial dan economy civic (ekonomi kewarganegaraan) terhadap pembelian pakaian bekas monza. Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Pasar Melati berlokasi di JL. Bunga Sakura, Tanjung Selamat Kec. Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara.  Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi lapangan secara langsung dengan wawancara.  Berdasarkan hasil penelitian ini, bahwa kualitas monza lebih bagus, dengan harga yang terjangkau, dan memiliki berbagai macam model yang umumnya jarang ditemukan dipasaran. Peminat monza tidak hanya berasal dari kelas bawah dan kelas menengah tetapi juga menarik perhatian kelas atas. Selain itu barang monza ini memiliki nilai economy civic yang baik dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi di komunitas lokal.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adiba Ida Zhara. (2017). Pendekatan Sosiologis Dalam Studi Islam. INSPIRASI (Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam 1: 171–84.

Asyafiq, Sutrisno. (2019). Strategi Pertumbuhan dan Pembangunan Ekonomi Di Era Global Berbasis Pendidikan Ekonomi Kewarganegaraan. JPIS Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial 28(1): 18–30.

Falah, R. Z. (2019). Nilai-nilai Estetika dalam Penataan Lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini di Kabupaten Kudus. ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal, 7(1), 65-90.

Kristianto, Imam. (2019). Kesenian reyog ponorogo dalam teori fungsionalisme. TAMUMATRA Jurnal Seni Pertunjukan 1(2): 69–82.

Natalia, Destri, Elsa Magdalena, Andry Pranata, dan Nicolhas Jurdy Wijaya. (2022). Filsafat dan Estetika Menurut Arthur Schopenhauer. Clef: Jurnal Musik dan Pendidikan Musik 3(2): 61–77.

Nuraedah. (2015). Kelas Sosial dalam Masyarakat di Desa Torue. Pendidikan Dan Ilmu Sosial 1(1): 65–74.

Qalbi, Nurul, dan Hartini. (2023). Pengaruh Persepsi Harga, Persepsi Kualitas dan Keragaman Produk terhadap Minat Beli Pakaian Bekas (Trifting) di Daerah Sumbawa. Journal of Nusantara Economic Science (JNES) 1(4): 162–168.

Rispul, Rispul. (2012). Seni Kriya Antara Tekhnik Dan Ekspresi. Corak 1(1): 91–100.

Setyaningsih, Ayuni, Nooryan Bahari, dan Deny Tri Ardiyanto. (2018). Kuasa Baju Bekas : Kode Kultural Fesyen Baju Bekas dalam Ranah Industri Kreatif. Industri Kreatif dan Kewirausahaan 1(1): 10–21.

Sinaga, Raja Malo. (2023). Asal-usul Kata Monza, Istilah Medan yang ‘Diartikan’ Barang Bekas.” detikSumut.

Sitohang, Gresia Septina, Frandika Situmorang, Ferozi Ramdana Irsyad, dan Bonaraja Purba. (2024). Analisis Pengaruh Pakaian Thrifting dan Foreign Branding Terhadap Gaya Hidup Konsumtif Mahasiswa Universitas Negeri Medan. MANTAP: Journal of Management Accounting, Tax and Production 2(1): 304–310.

Surya, Aldwin. (2006). Pembentukan Kelas Menengah Kota: Peran Dan Implikasi Keberadaannya Terhadap Percepatan Pembangunan. Industri dan Perkotaan XI(18): 66–86.

Yogatama, Benediktus Krisna. (2019). Impor Baju Bekas Matikan UMKM.” Kompas.

Yulia, Rostiar Sitorus, dan Aruna Asista. (2022). Karakteristik Konsumen Beras Berdasarkan Harga Dan Kelas Sosial Pada Kecamatan Toboali Kabupaten Bangka Selatan.” Akuntansi dan Pajak 23(1): 1–7.

Downloads

Published

2025-12-01

How to Cite

Eshaulin Br Sembiring, Yosua Gabe Maruli Sijabat, Lumban Gaol, L., & Devi Putri Thesia. (2025). Telaah Monza Lovers Secara Fungsional dan Aesthetic dalam Economy Civic . Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 9(2), 53–61. https://doi.org/10.31571/jpkn.v9i2.8284

Issue

Section

Artikel Penelitian