Legen sebagai Simbol Identitas dan Solidaritas Komunal: Perspektif Interaksionisme Simbolik di Desa Sendangduwur Lamongan

Authors

  • maulanaahmat Universitas Islam Negri Sunan Ampel Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.31571/sosial.v12i3.9817

Keywords:

Legen, identitas budaya, simbolisme, Festival Ruwahan, Interaksionisme, Herbert Mead

Abstract

Penelitian ini mengkaji legen sebagai simbol budaya yang hidup dan dinamis dalam masyarakat Desa Sendangduwur, Lamongan, dengan fokus pada peran sosial, identitas kolektif, dan rekonstruksi makna antar generasi. Pendekatan kualitatif dengan metode etnografi digunakan untuk memahami interaksi sosial melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna legen terbentuk dan diperbarui melalui interaksi sosial, di mana generasi muda belajar nilai tradisi melalui role-taking, dan generasi tua menegaskan serta menegosiasikan nilai budaya untuk menyesuaikan inovasi modern. Temuan ini menegaskan bahwa pelestarian tradisi lokal dapat dilakukan melalui partisipasi kolektif, edukasi lintas generasi, dokumentasi simbolik, dan inovasi yang menghormati nilai tradisi, sehingga legen tetap menjadi penanda identitas budaya khas masyarakat Sendangduwur.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adiwijaya, S. et al. (2024) Buku Ajar Pengantar Sosiologi. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Ahmad and Muslimah (2021) ‘Memahami Teknik Pengolahan dan Analisis Data Kualitatif’, Proceedings, 1(1), pp. 173–186.

Bijaksana, A. (2025) ‘Pendekatan Teori Interaksionisme Simbolik Dalam Metodologi Penelitian Kualitatif’, PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 4(2), pp. 2244–2256.

Budiman, Kris. Jejaring Tanda-Tanda: Strukturalisme Dan Semiotik Dalam Kritik Kebudayaan. Indonesiatera, 2004.

DISPARBUD (2023) Legen _ Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan, DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN.

Eko Sudjarwo (2024) Festival Ruwahan Sendangduwur Digelar Warga Lamongan Jelang Ramadhan. Available at: https://www.detik.com/jatim/budaya/d-7206027/festival-ruwahan-sendangduwur-digelar-warga-lamongan-jelang-ramadhan .

Hendro, Eko Punto. “Simbol: Arti, Fungsi, Dan Implikasi Metodologisnya.” Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi 3, no. 2 (2020): 158–65.

Husna, Mardiatul. “Makna Simbol Dalam Tradisi Ritual Nunas Nede Di Desa Kesik: Kajian Interpretatif Simbolik: The Meaning of Symbols in Nunas Nede Ritual Tradition in Kesik Village: Symbolic Interpretive Studies.” Jurnal Bastrindo 5, no. 1 (2024): 47–61.

Jadesta (2024) ‘Desa Wisata Religi Sendangduwur’, Kemeparekraf [Preprint]. Available at: https://jadesta.kemenparekraf.go.id/desa/religi_sendangduwur.

Wahyu, H., Ari, D. and Nugroho, S.P. (2022) ‘TEORI INTERAKSIONISME SIMBOLIK’.

Rorah, Ignatius Rolly Coun, and Ambrosius Markus Loho. “PENDEKATAN HERMENEUTIKA CLIFFORD GEERTZ BAGI KEBUDAYAAN.” Genta Hredaya: Media Informasi Ilmiah Filsafat Hindu, 2024, 25–32.

Syam, Nur. Madzhab-Madzhab Antropologi. LKIS Pelangi Aksara, 2007.

Downloads

Published

2025-12-29

How to Cite

maulanaahmat (2025) “Legen sebagai Simbol Identitas dan Solidaritas Komunal: Perspektif Interaksionisme Simbolik di Desa Sendangduwur Lamongan”, Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 12(3), pp. 257–275. doi: 10.31571/sosial.v12i3.9817.

Similar Articles

1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.