Strategi Aklimatisasi Lingkungan Panas Berdasarkan Kajian Pustaka: Aplikasi Fisiologis pada Klub Sepak Bola Citra Bakti Ngada

Authors

  • Frederikus Kunigunde Diwa Universitas Pendidikan Ganesha
  • I Ketut Yoda Universitas Pendidikan Ganesha
  • Luh Putu Tuti Ariani Universitas Pendidikan Ganesha
  • Dody Tisna Universitas Pendidikan Ganesha

DOI:

https://doi.org/10.31571/jpo.v15i1.10661

Keywords:

Aklimatisasi Panas, Sepak Bola, Dataran Tinggi, Stres Panas, Citra Bakti Ngada

Abstract

Perubahan mikroklimat yang drastis merupakan tantangan biologis signifikan bagi atlet sepak bola, khususnya saat berpindah dari lingkungan dingin ke panas. Fenomena ini dialami secara nyata oleh Klub Sepak Bola Citra Bakti Ngada, sebuah klub di dataran tinggi Kabupaten Ngada (elevasi >1.000 mdpl, suhu 15°C–25°C) yang sering kali harus bertanding di wilayah pesisir dataran rendah (suhu 30°C–35°C dengan kelembapan tinggi). Transisi mendadak ini mengganggu homeostasis tubuh pemain, meningkatkan risiko stres panas (heat stress), serta menurunkan performa fisik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons dan adaptasi fisiologis atlet di lingkungan panas, mensintesis protokol aklimatisasi berbasis bukti ilmiah, serta merumuskan rekomendasi strategi aklimatisasi yang aplikatif bagi Klub Sepak Bola Citra Bakti Ngada. Metode yang digunakan adalah studi literatur kualitatif dengan melakukan penelusuran, analisis, dan sintesis terhadap berbagai jurnal ilmiah, regulasi fisiologis, serta protokol aklimatisasi panas global yang relevan. Hasil kajian pustaka menunjukkan bahwa paparan panas ekstrem memicu peningkatan suhu inti tubuh, laju denyut jantung (heart rate), dan risiko hipohidrasi akibat produksi keringat yang tinggi namun sulit menguap di lingkungan lembap. Untuk mengatasi hal tersebut, mekanisme aklimatisasi panas (heat acclimatization) mutakhir memerlukan waktu ideal 7 hingga 14 hari melalui latihan submaksimal bertahap di lingkungan target guna merangsang ekspansi volume plasma darah, efisiensi termoregulasi, dan penurunan ambang batas berkeringat. Sebagai rekomendasi praktis bagi Klub Sepak Bola Citra Bakti Ngada yang memiliki keterbatasan sumber daya, strategi aklimatisasi dapat diadaptasi melalui metode pra-aklimatisasi buatan (artificial) sebelum keberangkatan, seperti latihan dengan pakaian tebal berlapis (sauna suits) atau pemanfaatan pemandian air hangat setelah latihan, serta pengaturan jadwal kedatangan di lokasi pertandingan minimal 7 hari lebih awal untuk aklimatisasi alami, yang dikombinasikan dengan protokol hidrasi ketat. Kesimpulannya, penerapan strategi aklimatisasi yang terukur ini sangat krusial untuk menjaga stabilitas kardiovaskular, meminimalkan kelelahan prematur, dan mengoptimalkan performa stamina pemain Citra Bakti Ngada saat berlaga di dataran rendah yang panas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Apriantono, Tommy, Indria Herman, Agung Dwi Juniarsyah, Muhamad Fahmi Hasan, Sri Indah Ihsani, Iwa Ikhwan Hidayat, Imam Safei, Bagus Winata, dan Ilham Hindawan. 2020. “Pengaruh suhu dan kelembaban terhadap vo2max pada atlet PPLP se-Pulau Jawa , Indonesia.” 6(1):59–68.

Arif, Wicaksono. 2025. “REKOMENDASI ADAPTASI ATLET SEBELUM KOMPETISI :” 12:103–9.

Ashadi, Kunjung. 2017. “Pengaruh Kelembaban relatif terhadap perubahan suhu tubuh latihan.” 5(1):103–9.

Dieny, Fillah Fithra, dan Dittasari Putriana. 2015. “Status hidrasi sebelum dan sesudah latihan atlet sepak bola remaja.” 3(2):86–93.

Gio Muhamad, Indika Paudia M, Permata Sari Anggun, Bahtra Ridho. 2021. “PERBANDINGAN VOLUME OKSIGEN MAKSIMAL ATLET SEPAKBOLA DI DATARAN TINGGI DAN DATARAN RENDAH.” 4:266–75.

Graha, Ali Satia. 1998. “ADAPTASI SUHU TUBUH TERHADAP LATIHAN DAN EFEK CEDERA DI CUACA PANAS DAN DINGIN.”

Jeka, Firdaus, dan M. Syahran Jailani. 2023. “Kajian Literatur dalam Menyusun Referensi Kunci , State Of The Art , dan Keterbaharuan Penelitian ( Novelty ).” 7:26466–74.

Maqhfiroh Rinna Ainul, Konharn Kurusart, Singpara Paramaporn. 2024. “Muscle oxygenation and electrical activity changes between genders after cold-water immersion as pre-cooling among amateur young adult mini-marathon runners.” 31:17–28. doi:10.23829/TSS.2024.31.1-2.

Melati, Ardila, Suci Amalia Lubis, Muhammad Rizki Fadhila, Vira Mida, Nimrot Manalu, Fisiologi Olahraga, dan A. Pendahuluan. 2025. “EFEKTIVITAS PROGRAM AKLIMATISASI PANAS TERHADAP.” 9:211–21.

Mintarto, Edy, dan Muhammad Fattahilah. 2019. “LATIHAN OLAHRAGA.” 2(1).

Nanang, Moh, dan Himawan Kusuma. 2020. “Jurnal Keolahragaan Pengaruh cold water immersion terhadap laktat , nyeri otot , fleksibilitas dan tingkat stres pasca latihan intensitas sub maksimal.” 8(1):77–87.

Rohendi, Andang, Hendra Rustiawan, Endi Rustandi, dan Adang Sudrazat. 2020. “Jurnal Kepelatihan Olahraga , Universitas Pendidikan Indonesia Perbandingan Latihan Pass and Drill Circle dengan Pass and Follow Drill Square terhadap Peningkatan Passing Pendek pada Cabang Olahraga Sepakbola.” 31–38.

Sandi, I. Nengah, Kunjung Ashadi, dan Daniel Womsiwor. 2021. “Pembagian Lingkungan Olahraga.” 7(1):174–85.

Sembiring Ilham Rialdi, Siregar Irwanysah. 2022. “PENGARUH VARIASI LATIHAN DAYA TAHAN KARDIOVASKULAR TERHADAP PENINGKATAN VO2MAX PADA PEMAIN USIA 14 TAHUN SSB SEJATI PRATAMA MEDAN TAHUN 2021.” 2.

Wahid, Wahyana Mujari, Poppy Elisano Arfanda, Arifuddin Usman, G. Sarifin, Jurusan Fisioterapi, Fakultas Ilmu, dan Universitas Negeri Makassar. 2024. “Efektivitas Penatalaksanaan Euhidrasi Terhadap Status Hidrasi Atlet Futsal.” 07(01):7023–29.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Diwa, F. K., Yoda, I. K., Ariani, L. P. T., & Tisna, D. (2026). Strategi Aklimatisasi Lingkungan Panas Berdasarkan Kajian Pustaka: Aplikasi Fisiologis pada Klub Sepak Bola Citra Bakti Ngada. Jurnal Pendidikan Olah Raga, 15(1), 197–215. https://doi.org/10.31571/jpo.v15i1.10661

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.