ADAPTASI BUDAYA DAYAK URBAN: IDENTITAS ETNIS GENERASI MUDA DAYAK DI KOTA PONTIANAK
DOI:
https://doi.org/10.31571/masa.v3i1.10845Abstract
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana generasi muda Dayak di Kota Pontianak mempertahankan dan menegosiasikan identitas etnis mereka di tengah arus modernisasi dan kehidupan urban. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis data sekunder melalui kajian dokumen, jurnal ilmiah, dan sumber digital relevan terbitan 2010–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa generasi muda Dayak melakukan adaptasi budaya melalui empat strategi utama: pemertahanan bahasa Dayak dalam ranah keluarga dan komunitas, pelestarian adat dan ritual melalui partisipasi dalam Gawai Dayak dan lembaga adat, pemanfaatan media sosial untuk mereduksi stigma dan memperluas representasi budaya, serta penguatan solidaritas melalui organisasi kepemudaan Dayak. Meskipun menghadapi tantangan berupa pergeseran bahasa, hegemoni budaya global, dan tekanan asimilasi, identitas etnis Dayak tidak mengalami kepunahan melainkan mengalami proses reproduksi kultural yang adaptif dan dinamis.
Kata Kunci: Identitas etnis, Adaptasi budaya, Dayak urban, Generasi muda, Pontianak
Abtract
This study aims to examine how young Dayak people in Pontianak City maintain and negotiate their ethnic identity amid modernization and urban life. The research employed a qualitative approach using secondary data analysis through a review of academic journals, documents, and relevant digital sources published between 2010 and 2026. The findings indicate that young Dayak people adapt their culture through four main strategies: maintaining the Dayak language within family and community domains, preserving customs and rituals through participation in the Gawai Dayak festival and customary institutions, utilizing social media to reduce cultural stigma and broaden cultural representation, and strengthening solidarity through Dayak youth organizations. Despite facing challenges such as language shift, global cultural hegemony, and assimilation pressure, Dayak ethnic identity is not disappearing but rather undergoing an adaptive and dynamic process of cultural reproduction.
Keywords: ethnic identity, cultural adaptation, urban Dayak, youth generation, Pontianak
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Galuh Aziza Humaira olak, Febrianti Valentine

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
Â
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
- Authors should sign the copyright transfer agreement when they have approved the final proofs sent by MASA prior to the publication.
Download: 1