AI Policy

Kebijakan Penggunaan Kecerdasan Buatan (AI)

Jurnal Pendidikan Sains dan Aplikasinya (JPSA) yang diterbitkan oleh Universitas PGRI Pontianak berkomitmen untuk menjunjung tinggi integritas akademik, transparansi, dan standar etika tertinggi dalam publikasi ilmiah. Kebijakan ini mengatur penggunaan alat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan teknologi berbasis AI (seperti Large Language Models, alat penerjemah, dan perangkat lunak penyunting teks otomatis) dalam penyiapan naskah yang dikirimkan ke JPSA.

Pemberitahuan Penting: AI tidak memenuhi kriteria kepenulisan (authorship) karena tidak dapat bertanggung jawab atas akurasi, integritas, dan keaslian isi naskah. Penulis sepenuhnya bertanggung jawab atas seluruh konten artikel mereka, termasuk bagian yang dihasilkan atau dibantu oleh AI.

Penggunaan AI yang Diperbolehkan

Penulis diperbolehkan menggunakan alat AI secara terbatas dan transparan untuk tujuan penyempurnaan bahasa dan penulisan, dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Penyuntingan Bahasa dan Tata Bahasa: Menggunakan AI untuk memperbaiki ejaan, tata bahasa, dan meningkatkan keterbacaan naskah (misalnya Grammarly atau alat parafrase berbasis AI).
  • Terjemahan: Menggunakan alat bantu AI untuk menerjemahkan draf awal naskah dari bahasa daerah atau bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris akademik, dengan catatan hasil terjemahan harus ditinjau dan disunting secara menyeluruh oleh penulis manusia.

Penggunaan AI yang Dilarang

Penggunaan AI dalam penelitian dan penulisan artikel di JPSA dibatasi secara ketat untuk mencegah pelanggaran etika publikasi:

  • Kepenulisan (Authorship): Alat AI tidak boleh dicantumkan sebagai penulis (author) atau penulis pendukung (co-author) dalam naskah.
  • Pembuatan Data Palsu (Fabrication of Data): AI dilarang keras digunakan untuk menghasilkan, memalsukan, atau memanipulasi data penelitian, gambar, grafik, atau hasil analisis statistik.
  • Penyusunan Tinjauan Pustaka: Mengandalkan AI secara penuh untuk menghasilkan tinjauan pustaka tanpa verifikasi dapat menyebabkan munculnya sitasi fiktif (halusinasi AI), yang merupakan pelanggaran serius terhadap etika ilmiah.

Kewajiban Pengungkapan (Disclosure)

Jika penulis menggunakan alat berbasis AI dalam proses penyusunan naskah (selain penyuntingan tata bahasa dasar), penulis wajib mendeklarasikannya secara transparan di dalam naskah pada bagian penutup sebelum Daftar Pustaka, dengan format sebagai berikut:

"Pernyataan Penggunaan AI: Selama persiapan penulisan naskah ini, penulis menggunakan [nama alat/perangkat AI] untuk [menyebutkan fungsi, misal: membantu menyempurnakan struktur kalimat/terjemahan]. Setelah menggunakan alat ini, penulis telah meninjau dan mengedit konten seperlunya dan mengambil tanggung jawab penuh atas isi artikel yang diterbitkan."

Pemeriksaan dan Penegakan Kebijakan

Dewan Redaksi JPSA menggunakan kombinasi perangkat lunak pendeteksi AI, pemeriksaan plagiarisme, serta penilaian editorial manual untuk meninjau kepatuhan naskah terhadap kebijakan ini. Pelanggaran terhadap kebijakan penggunaan AI ini dapat mengakibatkan penolakan langsung naskah (jika dalam proses review) atau pencabutan artikel (retraction) jika ditemukan setelah diterbitkan.